Pages

Tampilkan postingan dengan label Lagi Merenung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lagi Merenung. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Desember 2012

Terima Kasih Diakhir Tahun


Tak terasa, tahun 2012 sudah akan berakhir. Tinggal hitungan jam, sebentar lagi tahun akan berganti menjadi tahun 2013.

Telah banyak hal yang dilakukan selama tahun 2012, juga telah banyak perubahan yang terjadi. Berganti tahun pada hakikat adalah berubah. Tahunnya berubah maka diri ini pun haruslah berubah. Dan perubahan yang paling menguntungkan adalah perubahan ke arah yang lebih baik.

Story Of Grass (blog ini) lahir di tahun 2012, menjadi sebuah perkenalan buat gue di dunia blog, yang seru, tapi gue emang belom fokus mendalaminya.

Diwaktu yang akan gue akan coba fokus dan serius (bukan ciyus) buat bener2 jadi blogger (baca: penulis) agar bisa menghasilkan sebuah karya, yang nantinya bisa jadi tonggak, atau tolak ukur kalo gue emang #pernah hidup.

Gue tetep berkeyakinan, kalo setiap manusia itu selalu memiliki banyak potensi. Bahwa mereka (manusia) bisa menjadi Polymath : orang yang bisa menguasai berbagai ilmu (keahlian). Namun dalam hal sekarang, gue menyederhanakannya menjadi berbagai macam potensi yang bisa digali dan bermanfaat.

Sabtu, 24 November 2012

Melipatgandakan



“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya..” ( Q.S Al-An’aam : 160 )

Pada postingan yang telah lalu, saya pernah bercerita tentang ayat ini. Pada postingan itu saya bawa ayat ini kepada cerita tentang sedekah. Karena memang yang saya dengar dari para ustad, ayat ini lah yang menjadi salah satu janji Allah untuk orang-orang yang bersedekah. Bahwasanya Allah akan membalas 10 kali lipat dari apa yang telah kita sedekahkan.

Kemudian, suatu hari sehabis shalat berjamaah ashar, saya berfikir sejenak..

Bentar dulu. FYI, akhir-akhir ini, kalo habis shalat berjamaah aja, saya selalu dapat inspirasi loh. Entah itu pertanyaan, entah itu jawaban dari pertanyaan, entah itu ide, entah itu inspirasi. Pokoknya selalu dapet aja gitu hal-hal baru. Itu mungkin sebagian dari mukjizat shalat kali ya. Melancarkan segala urusan, menjawab semua masalah.

Oke. Kembali kepada sehabis shalat berjamaah ashar tadi.

Timbul pertanyaan dalam benak saya, bisa gak ya ayat di atas dibawa kepada kehidupan yang lain? Bukan hanya kepada hal sedekah?

Tentu kalo tentang sedekah sudah jelas. Jika kita bersedekah, pasti, sungguh sangat pasti, Allah akan melipatgandakannya menjadi 10 kali lipat dari amal kita.

Saya berfikir dan merenung, bisa gak ya ayat ini dibawa kepada kehidupan yang lainnya?

Selasa, 13 November 2012

Biarlah


Biarlah? Kaya lagunya Nidji?

Bukan kok. Itu diatas doa gue.. rintihan hati gue..

Kenapa lu?

Gini.. Harusnya 4 bulan lalu gue udah kebeli tiket pulang pergi Jakarta – Padang. Harusnya gue udah kebeli sepeda fiksi atau MTB sekarang.. Gaji dari ngehonor di SD udah cukup sebenernya buat beli itu semua.

Trus?

Tapi pada akhirnya udah mau tutup 2012, udah bulan Nopember, udah tanggal 13 lagi, belom ada yang kebeli dari keduanya itu..

Kenapa?

Bodohnya gue.. gak bisa nyimpen duit dengan sebaik-baiknya..

Payah?

Emank.. bener banget..

Kemana aja tuh duitnya?

Setiap kali punya duit, gue gak bisa tahan buat gak beli buku. Setiap dapet duit pasti bawaannya kepengen beli buku..

Misal, kemaren baru gajian, niatnya sih udah bagus mau disimpen tuh duit. Tapi besoknya, “lah sisihkan sedikit buat beli buku, kan buku itu gudangnya ilmu..” kata gue dalam hati.

Minggu, 28 Oktober 2012

Tempatku Bisa Ngaji

Dulu ga begini..



Sediiihhh…

Foto itu saya ambil tadi sore. Setelah sekian lama saya tidak mengunjungi tempat ini. Sedih banget ngeliat keadaannya yang sekarang. Dulu tempat ini bercahaya loh.. setiap waktu terdengar shalawat berkumandang, suara orang mengaji..

Tempat ini telah meninggalkan sejarahnya. Sejarah gemilangnya santri-santri yang bersholawat, yang belajar mengenal huruf hijaiyah.

Sodara-sodara, di tempat ini lah dulu saya belajar mengaji. Masa kecil saya banyak dihabiskan di tempat ini. Hari ini, tempat ini sangat kumuh.. tak seperti masa lalunya yang gilang gemilang penuh dengan santri yang belajar pendidikan agama Islam.

Majlis Ta’lim Dalulan. Itulah nama tempat ini. Sungguh sangat agung bukan?

Dulu di Majlis ini pengajian hampir di adakan setiap lima waktu atau setiap sehabis shalat. Santri-santri yang belajar di sini tak mengenal usia. Dari anak yang belum sekolah, SD, SMP, SMA, Abah-abah dan lain sebagainya. Dan salah satu santri di sini adalah saya sendiri..

Saya belajar ngaji di tempat ini sejak sebelum mengenal bangku sekolah dasar. Saya ingat betul, pertama kali dititipkan sama Mamah saya ke guru ngaji di sini Alm. Ustadz Andil (yang sebetulnya masih sodaraan sama saya). Hari itu pengajian sangat ramai dan saya yang masih kecil menjinjing buku Iqra sambil kebingungan mengenal huruf hijaiyah, di bimbing pelan-pelan oleh beliau. Masya Allah..

Kamis, 25 Oktober 2012

Subhanallah! The Miracle Of Giving!


“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)”. (QS. Al-An’aam: 160)


Hari senin sore, saya pergi ke Citra Raya berniat untuk sekedar jalan-jalan. Sambil menunggu sore tiba karena sedang berpuasa sunnah. Di tengah sedang asyik membaca buku di toko buku langganan, terdengarlah kumandang Adzan Ashar, tanda panggilan untuk Shalat berjamaah.

Saya tutup buku yang sedang dibaca. Langsung saya bayar ke Abang-abangnya. Buku yang saya beli ialah : bukunya Ust. Yusuf Mansur – ‘Kado Ingat Mati’. Seru kan judulnya, ada kata ‘mati’-nya. Tapi lebih jauh saya membacanya isinya sekedar mengingatkan agar kita gak lalai. Dan bahwa sesungguhnya kita itu bakalan mati! Iya, kita nanti bakalan mati, pasti itu! Suwer dah!

Nah, kalo udah tau kita pasti mati, ya harus dipersiapkan dong apa-apa aja yang nanti bakalan jadi bekal kita di kehidupan kelak?

Yang lainnya, saya beli Qur’an terjemahan yang kecil. Biar bisa di bawa kemana-mana gitu Qur’an-nya. Jadi gak pernah jauh deh sama Al-Qur’an. FYI, Qur’an-nya warna ungu loh, kalo ada warna lain aja saya gak akan pilih itu, tapi gapapa deh. (Ehm, penting yah?)

Karena panggilan Adzan udah saling menyahut, segeralah saya melangkah menuju Mesjid terdekat.

“Alhamdulillah, belum ketinggalan shalat berjamaahnya.” Gumam saya dalam hati.

Saya pun shalat berjamaah dengan jamaah yang lain. Kalo mau tau, buat saya tuh shalat berjamaah di Mesjid itu merdeka banget, damai banget, adil banget. Ah pokoknya top deh! Kenapa? Satu, semua kalangan jadi berkumpul bersama dengan satu tujuan (shalat berjamaah, melaksanakan perintah Allah). Dua, gak ada tahta atau harta yang bisa dipamerkan, semuanya sama, dalam barisan yang sama, walopun dia Bupati, kalo udah solat, jadi makmum, sama aja posisinya, tetep aja pemimpinnya Imam.

Selesai Shalat, saya berjalan menuju pintu keluar.

“eh ada kotak amal.” Lirih hati saya. “sedekah ah..”

Sabtu, 06 Oktober 2012

Selamat Jalan….


Innalillahi wa inna ilaihi rojiun..

Beliau meninggalkan suami dan empat orang anak.

Anak pertama masih kelas 10 SMA.
Anak kedua masih kelas 9 SMP.
Anak ketiga masih kelas 7 SMP.
Anak keempat masih kelas 3 SD.

Subhanallah..
Umur tiada yang tahu. Dihari-hari yang lalu, saya masih bercengkrama dengan beliau. Melihat senyumnya, saling bercanda tawa membicarakan kejadian disekitar rumah, bahkan saya masih  mendengar keluhan tentang sakitnya.

Malam tadi telah 7 hari wafatnya..
Untaian doa telah banyak terurai dari kami, saudara, keluarga dan para tetangga..

Sungguh tak terduga. Diwaktu yang lalu, tak tau mengapa saya kepengen posting tentang beliau (barangkali sebagai sebuah kenangan). Dan kali ini saya kembali harus posting tentang beliau sebagai ucapan selamat jalan..

Kakak Mamah, uwa saya.. anak dari ke 4 anaknya yang sekarang menjadi piatu..

Wafat 29 September 2012
Di Rumah Sakit Umum Daerah Rangkas Bitung

Kami selalu mendoakanmu..

Mudah-mudahan semua amal ibadah dan kebaikanmu diterima di sisi Allah SWT. Dan semoga segala dosa, perbuatan buruk dan khilaf senantiasa diampuni oleh Allah SWT.. amiin

Kamis, 13 September 2012

Belajar Mengambil Pelajaran dari Setiap Kejadian




Kalo lo percaya adanya Tuhan yang Maha Esa yaitu Allah SWT, lo akan mengambil hikmah atau merenungkan hikmah dari setiap detik perjalanan hidup lo, dengan memaknainya sebagai pelajaran yang diberikan oleh Allah SWT, agar hidupmu menjadi lebih baik.

Gue adalah orang yang selalu berusaha berfikir tentang setiap kejadian yang pernah gue alami, berusaha menarik hikmah pelajaran dari setiap pengalaman, sehingga kemudian gue bisa besyukur dengan itu, gue bisa belajar dengan itu, gue bisa lebih mengenal Kebesaran sang Maha Semesta yang telah mengatur setiap detik perjalanan gue dan kalian semua, Dia-lah Allah, Tuhan yang Maha Tahu Segalanya.

Coba deh, baca postingan-postingan gue sebelumnya. Ambil contoh postingan di bulan Agustus kemaren : “Planning yang Harus Diteruskan”. Disitu gue sangat introspeksi tentang perjalanan setiap episode kejadian dalam hidup gue selama dua tahun terakhir. Dari introspeksi tersebut gue menyadari bahwa semuanya serba terencana, serba ada yang mengatur, jika benar-benar gue renungkan secara mendalam. Bahwa setiap episode dalam hidup gue akan berhubungan dengan episode hidup gue hari ini, dan episode hari ini akan berhubungan dengan episode hidup gue selanjutnya. Begitu kira-kira. Kalo kata K.H. Yusuf Mansur tuh, hukum sabab musabab (sebab-akibat) pasti akan berlaku.

Gini deh mungkin simpelnya, kalo lo mau tau masa depan lo lihat aja masa sekarang lo. Jadi kalo sekarang hidup lo kurang dimaknai, kurang bersyukur, malas-malasan, maka pun masa depan sudah lo ketahui, yaitu : pengangguran, penyakitan, penuh dengan mengeluh!

Tetapi coba kalo lo berlaku sebaliknya. Hari ini, lo mulai bersyukur, mulai rajin, mulai banyak belajar. Yakin, yakin pasti, lo akan jadi orang yang berguna, sukses, berhasil dengan apa yang lo inginkan.

Maap kalo jadi kemana-mana. Let’s focus!

Minggu, 05 Agustus 2012

Planning yang Harus diteruskan


Selain sebagai seorang Mahasiswa dan guru honorer, pekerjaan gue yang lainnya adalah seorang penjual pulsa. Gue telah merintis usaha penjualan pulsa ini sejak lulus SMA, jauh sebelum menjadi guru honorer.. menjadi penjual pulsa adalah karir gue buat eksis dibidang wirausaha.. terus, kenapa Fitri Al Tigris memilih berjualan pulsa? Memilih menjadi wirausaha sebelum terjun menjadi guru honorer? Kenapa itu bisa terjadi? Kenapa? Kenapa?

Iya, ini gue mau ceritain..

Selepas SMA gue bingung mau kemana dan mau jadi apa? Gue, Muis dan Ecy (sahabat gue) pernah bikin semacam ‘Plan’ gitu buat nanti lulus. Plan A, Plan B, Plan C, semacam seperti itulah.. kami sering berbincang-bincang tentang hal ini. kadang kami bisa tertawa lepas kalo bercerita tentang masa depan kami nanti, tentang mimpi-mimpi kami..

Seinget gue ini adalah Plan A, B, C gue semasa SMA (sebenarnya ini rahasia gue, tapi gue kasih tau aja buat kawan yang ingin tahu tapi tetep ya harus dirahasiain) :

Plan A :
Selepas lulus SMA, gue akan Kuliah Jurusan Ilmu administrasi negara. Karena masa SMA gue habiskan buat berorganisasi di OSIS, berpolitik di OSIS, yang tentunya ingin gue teruskan lebih jauh untuk nantinya mengurusi negara. Lumayan nyambung kan? Lah sambung-sambungin aja dah, gak usah rewel. Karena gue berkeinginan untuk kerja dari balik Istana Negara. Gue kepengen ngeliat Indonesia dari balik Istana Presiden. Gue ingin menjadi bagian dari pegambilan keputusan dan kebijakan di Republik ini.. keren kan Plan gue?? hehehe..

Plan B :
Plan B ini Plan yang bebas lepas. Mengikuti pengalaman SMA, meneruskan hobi. Menuruti apa kata hati dan kesempatan yang ada. Atau menciptakan kesempatan itu.
Selepas lulus SMA, gue akan kursus musik, kursus komputer, kursus setir mobil, kursus modeling, kursus apa aja deh yang penting bisa menambah kemampuan gue.. pokoknya di Plan B ini gue mau bebas. waktu itu gue berkeinginan buat bikin band yang lebih baik dan lebih serius. Gue pikir gue udah males buat kuliah di Plan B ini.. gue pengen berkarya di bidang musik. Meneruskan karir gue semasa menjadi Drumer di SMA. Gue pengen punya karya yang bisa bikin gue keliling Indonesia, menginjakkan kaki gue ke tempat-tempat yang belom pernah gue datangi. Bertemu banyak orang, mengenal kebiasaan, kebudayaan dan adat istiadat mereka.. yah gue pengen seperti itu.. hidup ini akan lebih indah rasanya.

Rabu, 25 Juli 2012

Renungan dipagi hari..


Belum tentu dia itu hina hanya karena gajinya kecil, belum tentu. Barangkali dia dengan pekerjaannya yang sederhana lebih dimuliakan Tuhan, karena kesederhanaannya. Karena, hina dihadapan manusia belum tentu hina dihadapan Tuhan. Mulia dihadapan manusia belum tentu mulia dihadapan Tuhan.

Jangan langsung memvonis seseorang, lihat dululah diri kita. seorang tukang cukur, mungkin lebih indah hidupnya, lebih bersahaja, bisa melayani banyak orang dengan hati yang ikhlas. Tapi seorang pejabat eselon II, masih saja kurang ikhlas menerima gajinya yang sudah begitu mencukupi tapi tetap saja mengeluh meminta tunjangan yang lebih.

Rabu, 06 Juni 2012

Terima Kasihku Guruku


Hallow everybody..

Minggu-minggu ini banyak kerjaan. gak begitu berat sih kerjaannya, tapi lumayan bikin pusing aja. Kadang bikin gak mood gitu. Laporan BOS, Program Semesteran, persiapan kelulusan anak kelas 6, mengolah nilai, persiapan PPDB (penerimaan peserta didik baru), persiapan penulisan Ijazah (iya, emank, gue nulisin Ijazah, gak tau tuh gimana jadinya), persiapan daftarin anak ke SLTP.

And the last...persiapan LIBURAAAN....

Oya, di tempat gue kerja alias SD Negeri Kadeper ada seorang guru PNS laki-laki yang mau pensiun nih. Kemarin-kemarin aja gue ikut ngurusin bantu bikin berkas-berkasnya gitu. Beliau guru kelas 1. Bayangin udah lebih dari 30 tahun jadi guru...30 TAHUN. Dan sekarang usianya udah mau 60. So, saatnya dia pensiun.

Yang jadi kepikiran, hebat banget ya beliau bisa sabar selama 30 tahun lebih, cuma buat menjadi guru. Sepanjang hidupnya beliau habiskan buat mendidik anak-anak SD,

Kamis, 03 Mei 2012

Sebuah kepantasan..



hallooww.. 
Selamat memasuki bulan Mei..
Selamat Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional..
Semoga, semuanya baik-baik sayang..
lho?

lanjut.

Hallow kawan, apa kabar kalian?
Apah? Kalian sedang mengeluh. Hei, apa yang harus kalian keluhkan, nikmat dari Tuhan yang mana yang masih harus kalian keluhkan. Tabahlah, bersabarlah, hadapi saja, tak usah banyak mengeluh. Tuhan itu dekat bersama kita. Mana mungkin Tuhan yang Maha Tahu, memberikan ujian melebihi kemampuan kita. Sering khan kalian mendengarnya. Tuhan pun akan selalu membantu kita, kau harus percaya itu.

Kamis, 19 April 2012

Slide show


Halloww..

Selamat sore dimana pun anda duduk

Sodara-sodara, pernah nggak, sih kalian tuh punya suatu bayangan-bayangan keinginan dipikiran kalian?? Keinginan yang melesat-lesat bak cahaya, lewat dipikiran kalian?? Misalnya, pas kalian liat gambar nasi uduk, sebentar terlintas keinginan kalian buat makan nasi uduk, padahal itu jam 12 siang, eh terus kalian berusaha buat dapetin apa yang barusan kalian pengen??

Menurut saya kalo kalian bisa buat mendapatkan keinginan itu, kalian telah berhasil mewujudkan sesuatu yang tadinya Cuma ada dalam bayangan kalian. Ngerti ngga? -Ngomong apaan sih, ni Tigris, so serius-

Saya sering seperti itu, bahkan sejak saya belum akil baligh. Dulu, sewaktu SMP, saya punya bayang-banyang pengen jadi juara 1 dikelas, eh bayangan itu terwujud. Terus waktu SD, saya punya bayang-banyang pengen punya Laptop, eh 6 tahun kemudian, kesampean. Bayang-bayang itu bak slide show di Ms. Power Point, yang kita buat sendiri, kita jalankan, kita presentasikan, lantas kita akan mendapat hasil dari itu.

Malahan, selama ini setiap apa yang saya bayangkan, alhamdulillah, selalu bisa terwujud. Sejak masuk SMA dan ngeliat kakak kelas memakai jas merah, menandakan anggota OSIS, saya langsung punya bayang-bayang pengen jadi anggota OSIS, eh bisa, tuh padahal saya pertamanya asing dengan sekolah saya, baru soalnya.

Lain hal, sewaktu saya jatuh cinta, pertama melihat cewek yang saya taksir, timbul bayang-bayang kalo saya pasti bisa jadian sama cewek yang saya cintai itu, padalah secara tampang dan keberanian, waktu itu saya sangat cemen. eh, dengan segenap kemampuan, saya bisa tuh jadian sama dia. Hehe *cool man*

Saya ingat sebuah kata-kata seperti ini, “gantungkanlah cita-citamu setinggi langit-langit, kamarmu, karena kamu masih akan bisa menggapainya”. Seperti itulah kira-kira hidup saya sekarang. Meggantungkan setiap mimpi-mimpi kecil setinggi langit-langit kamar, karena saya mampu menggapainya. Yah, bayang-bayang yang selalu berkelebat itu bisa kita katakan adalah sebuah mimpi.

Ketika saya punya bayangan bisa bermain drum, saya bisa. Bayangan bisa main gitar, saya bisa. Itulah, apa yang kita bayangkan pasti akan terwujud jika kita niat untuk melakukannya.

Saya ingin, main ke suatu tempat, meskipun saya belum tahu jalan kesana, tapi saya mencoba, lantas saya temukan tempat itu secara sederhana. Kemarin, iseng-iseng saya ingin main ke sebuah perumahan, yang suka beriklan di metro tv, saya cari saja jalannya, eh nyampe juga saya, walaupun sedikit tersesat.

Baru tadi pagi, saya pulang dari Kota Bogor. Bayangan-bayangan saya, ingin menikmati tugu kijang ditengah malam, kesampean tuh, saya keliling Kota Bogor ditengah malam.

Kawan, semua kata-kata bijak, tentang kepastian terwujudnya sebuah mimpi adalah benar adanya. Kata “mustahil” adalah kata yang tidak punya logika, begitu kira-kira yang saya baca. Wujudkanlah bayangan-bayangan, mimpi-mimpi kecil, yang ada difikiranmu kawan. Yakinlah itu semua pasti terwujud!

Mimpi-mimpi kecil, bukankah akan menjadi mimpi yang besar, kelak?

Uhhh, syahdunya lagu-lagu ini..
*lagi dengerin lagu, Rhoma Irama*

saya, lagi seneng-senengnya dengerin lagu Bang Rhoma dan lagu-lagu sunda.
back to basic.
he-

By-by
THANKS FOR COMING
SELAMAT BERMIMPI
Fitri Al Tigris. Diberdayakan oleh Blogger.