Pages

Tampilkan postingan dengan label Lagi Bikin Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lagi Bikin Cerpen. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 April 2012

JAM TANGAN RIO


Ini adalah cerpen yang disiapkan untuk lomba mengarang untuk usia anak-anak. tapi saya gagal mengirimnya, dikarenakan tidak mood waktu itu. daripada basi dan bau, saya simpen, deh disini. uat kenang-kenangan. cekidot..


Waktu menunjukan pukul setengah tujuh pagi, Rio bersiap pergi ke sekolah. Sebentar Rio menatap ke arahku, memastikan jika ini saatnya dia berangkat.

Penampilanku amatlah sederhana, aku selalu ikut menemani kemanapun Rio pergi. Rio menganggapku sebagai sahabatnya.

Setiap waktu aku selalu mengingatkan Rio. Setiap jarum pendek menunjuk ke arah angka lima dan jarum panjang menunjuk ke arah angka duabelas, maka itulah saatnya aku membangunkan Rio. Rio pun akan dengan sendirinya terbangun, menatapku, lantas mandi dan membereskan tempat tidurnya.

Sambil memakai seragam sekolah, Rio memasangkan aku ditangan sebelah kirinya. Kembali Rio menatap kearahku, memastikan jika tidak akan telat pergi ke sekolah.

Yah, betul, aku adalah jam tangan, kepunyaan Rio. Hadiah dari Ayah sewaktu Rio mendapat juara satu dikelas empat.
Rio senang sekali dengan kehadiranku. Rio memamerkanku kepada teman-teman dikelasnya. Mereka senang melihatku, katanya aku lucu, berbentuk bulat dan berwarna pelangi.

Teman-teman Rio sering bertanya. “Rio, jam berapa sekarang?”
Setiap mendengar pertanyaan itu, aku selalu senang. Aku merasa dihargai dan diperhatikan.

Dengan tenang Rio menatapku sambil tersenyum. Aku selalu membalas senyum Rio. Lalu Rio menjawab.
“Jam sembilan tepat”.
Setelah itu, aku selalu mendengar pujian.
“Terima kasih Rio, senangnya punya jam tangan, yah, bisa tahu waktu!” seru teman-teman Rio.

Sewaktu pelajaran olahraga, Rio menyelipkanku dibuku Matematika. Karena, dia takut aku jatuh jika diajak berlari-lari dilapangan. Tiba-tiba, Putri, sang ketua kelas yang cerewet, memanggil Rio.
“Rio, PR matematika kamu mana? disuruh dikumpulkan sama Pak Samsul, sekarang, cepetan!!”
“Iya! Iya! Aku juga dengar Put. Nggak usah repot gitu!” jawab Rio mengeluh.
“ya sudah, mana, cepat sini, kumpulkan!”
“ambil, deh sama kamu dimejaku”
Dengan cepat Putri mengambil buku matematika Rio.

Aku yang sedang tidur, kebingungan berada didalam tumpukan buku. Setelah lama menunggu, aku jadi ketakutan. Rio, belum saja menemuiku.
Sampai dirumah, Rio menatap kearah tangannya, terasa ada yang hilang. Rio pun kebingungan. Rio tidak tahu sekarang jam berapa karena ternyata jam tangannya tidak ada. Diingat-ingat, ternyata tertinggal didalam buku matematika yang dikumpulkan.

Sepanjang malam Rio tidak bisa tidur memikirkanku. jam tangan kesayangannya. Bahkan Rio bangun kesiangan, tidak tahu jam berapa berangkat ke sekolah. Tidak ada yang mengingatkan dia selain aku, jam tangannya sendiri.

Pak Samsul, yang menemukanku dibuku matematika Rio, menyimpanku dengan baik.
“Rio pasti mencari-cari jam tangan ini” gumam Pak Samsul dalam hati.
Setengah berlari, Rio menuju ruang guru, ia ingin segera menanyakanku kepada Pak Samsul.

Dengan senyum kecilnya, Pak Samsul menasihati Rio, jangan sampai melupakan barang kepunyaannya sendiri. Dari atas meja aku bisa melihat Rio mengangguk mendengarkan nasihat Pak Samsul.

Aku senang bisa kembali ada ditangan Rio.

Semenjak saat itu, aku makin dekat dengan Rio, selalu ikut kemana pun ia pergi. Selalu mengingatkan waktu untuknya. Rio selalu menjagaku, tidak akan melupakanku lagi.

Yah, akulah, jam tangan Rio, yang setia menunjukkan waktu.

***

Kamis, 29 Maret 2012

THE STORY OF GRASS

Suatu hari tangan seorang wanita cantik yang halus dan lembut menyentuh diriku dan memisahkan aku dari tanah disebuah sekolah tempat aku tumbuh. Aku kira aku akan dibuang, karena aku cuma hal yang ga berarti buat siapapun. Tapi anehnya aku malah dimasukin kedalam kantong baju wanita cantik itu. Setelah itu aku dibawa kedepan seorang laki-laki yang sedang duduk didepan kelas.

Ternyata laki-laki ini yang menyuruhnya mencabut tubuhku yang kotor dari tanah didepan kelas XI IS3 ini. Aku liat ada yang lain nih dari pandangan laki-laki ini ke wanita yang sedang mengantongiku.

Aku terus dibawa oleh wanita itu didalam kantong seragam sekolahnya, kerana memang itu yang disuruh oleh laki-laki tadi yang menjadi kakak kelasnya. Aku rasa laki-laki tadi udah jadi orang yang nyebelin buat wanita ini gara-gara tangannya harus mencabutku dan manyimpanku dikantong seragamnya. Aku udah jadi satu hal yang bikin orang sebel..

Saat waktu mulai tak ku ketahui, aku baru sadar kalau aku udah menjadikan mereka berdua tadi menjadi saling mencintai. Aku udah menjadi hal yang penuh cerita dan bener-bener berharga buat cinta mereka bahkan sampai kapanpun aku akan tetep jadi hal yang sangat berarti buat mereka berdua, karena aku adalah hal pertama yang unik yang diberikan seorang laki-laki kepada wanita.

dan aku sekarang ingin bersuara lewat ungkapan Cinta karena aku yang membuat mereka berdua menjadi cinta tanpa disengaja melalui takdir yang disertai kata sehati. Dan aku adalah...

Aku sangat hijau dan selalu ada dimanapun, aku penuh cerita buat mereka berdua tadi aku yang menjadi awal cerita bagi mereka, aku  menjadi hal yang selalu mereka ngat. dan aku adalah...RUMPUT
THANKS FOR COMING
SELAMAT BERMIMPI
Fitri Al Tigris. Diberdayakan oleh Blogger.