Pages

Tampilkan postingan dengan label Lagi Memahami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lagi Memahami. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 November 2012

Melipatgandakan



“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya..” ( Q.S Al-An’aam : 160 )

Pada postingan yang telah lalu, saya pernah bercerita tentang ayat ini. Pada postingan itu saya bawa ayat ini kepada cerita tentang sedekah. Karena memang yang saya dengar dari para ustad, ayat ini lah yang menjadi salah satu janji Allah untuk orang-orang yang bersedekah. Bahwasanya Allah akan membalas 10 kali lipat dari apa yang telah kita sedekahkan.

Kemudian, suatu hari sehabis shalat berjamaah ashar, saya berfikir sejenak..

Bentar dulu. FYI, akhir-akhir ini, kalo habis shalat berjamaah aja, saya selalu dapat inspirasi loh. Entah itu pertanyaan, entah itu jawaban dari pertanyaan, entah itu ide, entah itu inspirasi. Pokoknya selalu dapet aja gitu hal-hal baru. Itu mungkin sebagian dari mukjizat shalat kali ya. Melancarkan segala urusan, menjawab semua masalah.

Oke. Kembali kepada sehabis shalat berjamaah ashar tadi.

Timbul pertanyaan dalam benak saya, bisa gak ya ayat di atas dibawa kepada kehidupan yang lain? Bukan hanya kepada hal sedekah?

Tentu kalo tentang sedekah sudah jelas. Jika kita bersedekah, pasti, sungguh sangat pasti, Allah akan melipatgandakannya menjadi 10 kali lipat dari amal kita.

Saya berfikir dan merenung, bisa gak ya ayat ini dibawa kepada kehidupan yang lainnya?

Selasa, 13 November 2012

Biarlah


Biarlah? Kaya lagunya Nidji?

Bukan kok. Itu diatas doa gue.. rintihan hati gue..

Kenapa lu?

Gini.. Harusnya 4 bulan lalu gue udah kebeli tiket pulang pergi Jakarta – Padang. Harusnya gue udah kebeli sepeda fiksi atau MTB sekarang.. Gaji dari ngehonor di SD udah cukup sebenernya buat beli itu semua.

Trus?

Tapi pada akhirnya udah mau tutup 2012, udah bulan Nopember, udah tanggal 13 lagi, belom ada yang kebeli dari keduanya itu..

Kenapa?

Bodohnya gue.. gak bisa nyimpen duit dengan sebaik-baiknya..

Payah?

Emank.. bener banget..

Kemana aja tuh duitnya?

Setiap kali punya duit, gue gak bisa tahan buat gak beli buku. Setiap dapet duit pasti bawaannya kepengen beli buku..

Misal, kemaren baru gajian, niatnya sih udah bagus mau disimpen tuh duit. Tapi besoknya, “lah sisihkan sedikit buat beli buku, kan buku itu gudangnya ilmu..” kata gue dalam hati.

Kamis, 25 Oktober 2012

Subhanallah! The Miracle Of Giving!


“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)”. (QS. Al-An’aam: 160)


Hari senin sore, saya pergi ke Citra Raya berniat untuk sekedar jalan-jalan. Sambil menunggu sore tiba karena sedang berpuasa sunnah. Di tengah sedang asyik membaca buku di toko buku langganan, terdengarlah kumandang Adzan Ashar, tanda panggilan untuk Shalat berjamaah.

Saya tutup buku yang sedang dibaca. Langsung saya bayar ke Abang-abangnya. Buku yang saya beli ialah : bukunya Ust. Yusuf Mansur – ‘Kado Ingat Mati’. Seru kan judulnya, ada kata ‘mati’-nya. Tapi lebih jauh saya membacanya isinya sekedar mengingatkan agar kita gak lalai. Dan bahwa sesungguhnya kita itu bakalan mati! Iya, kita nanti bakalan mati, pasti itu! Suwer dah!

Nah, kalo udah tau kita pasti mati, ya harus dipersiapkan dong apa-apa aja yang nanti bakalan jadi bekal kita di kehidupan kelak?

Yang lainnya, saya beli Qur’an terjemahan yang kecil. Biar bisa di bawa kemana-mana gitu Qur’an-nya. Jadi gak pernah jauh deh sama Al-Qur’an. FYI, Qur’an-nya warna ungu loh, kalo ada warna lain aja saya gak akan pilih itu, tapi gapapa deh. (Ehm, penting yah?)

Karena panggilan Adzan udah saling menyahut, segeralah saya melangkah menuju Mesjid terdekat.

“Alhamdulillah, belum ketinggalan shalat berjamaahnya.” Gumam saya dalam hati.

Saya pun shalat berjamaah dengan jamaah yang lain. Kalo mau tau, buat saya tuh shalat berjamaah di Mesjid itu merdeka banget, damai banget, adil banget. Ah pokoknya top deh! Kenapa? Satu, semua kalangan jadi berkumpul bersama dengan satu tujuan (shalat berjamaah, melaksanakan perintah Allah). Dua, gak ada tahta atau harta yang bisa dipamerkan, semuanya sama, dalam barisan yang sama, walopun dia Bupati, kalo udah solat, jadi makmum, sama aja posisinya, tetep aja pemimpinnya Imam.

Selesai Shalat, saya berjalan menuju pintu keluar.

“eh ada kotak amal.” Lirih hati saya. “sedekah ah..”

Kamis, 13 September 2012

Belajar Mengambil Pelajaran dari Setiap Kejadian




Kalo lo percaya adanya Tuhan yang Maha Esa yaitu Allah SWT, lo akan mengambil hikmah atau merenungkan hikmah dari setiap detik perjalanan hidup lo, dengan memaknainya sebagai pelajaran yang diberikan oleh Allah SWT, agar hidupmu menjadi lebih baik.

Gue adalah orang yang selalu berusaha berfikir tentang setiap kejadian yang pernah gue alami, berusaha menarik hikmah pelajaran dari setiap pengalaman, sehingga kemudian gue bisa besyukur dengan itu, gue bisa belajar dengan itu, gue bisa lebih mengenal Kebesaran sang Maha Semesta yang telah mengatur setiap detik perjalanan gue dan kalian semua, Dia-lah Allah, Tuhan yang Maha Tahu Segalanya.

Coba deh, baca postingan-postingan gue sebelumnya. Ambil contoh postingan di bulan Agustus kemaren : “Planning yang Harus Diteruskan”. Disitu gue sangat introspeksi tentang perjalanan setiap episode kejadian dalam hidup gue selama dua tahun terakhir. Dari introspeksi tersebut gue menyadari bahwa semuanya serba terencana, serba ada yang mengatur, jika benar-benar gue renungkan secara mendalam. Bahwa setiap episode dalam hidup gue akan berhubungan dengan episode hidup gue hari ini, dan episode hari ini akan berhubungan dengan episode hidup gue selanjutnya. Begitu kira-kira. Kalo kata K.H. Yusuf Mansur tuh, hukum sabab musabab (sebab-akibat) pasti akan berlaku.

Gini deh mungkin simpelnya, kalo lo mau tau masa depan lo lihat aja masa sekarang lo. Jadi kalo sekarang hidup lo kurang dimaknai, kurang bersyukur, malas-malasan, maka pun masa depan sudah lo ketahui, yaitu : pengangguran, penyakitan, penuh dengan mengeluh!

Tetapi coba kalo lo berlaku sebaliknya. Hari ini, lo mulai bersyukur, mulai rajin, mulai banyak belajar. Yakin, yakin pasti, lo akan jadi orang yang berguna, sukses, berhasil dengan apa yang lo inginkan.

Maap kalo jadi kemana-mana. Let’s focus!

Sabtu, 08 September 2012

Visi Misi Mengajar SBK


Kali ini, izinkan gue untuk kembali menceritakan bagaimana situasi terakhir di tempat gue bekerja sehari-hari. Tempat untuk meniti karir gue sebagai seorang guru muda, yaitu Sekolah Dasar. Yap, buat kamu kamu yang belom tau gue kerja apaan, nih gue kasih tahu, kalo status gue adalah seorang Guru Honorer di Sebuah SD di PELOSOK Kabupaten Tangerang. Yah benar, tempat gue mengajar ini sangatlah pojok. Berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor.

Kalo ada yang masih nanya, dimana sih Kabupaten Tangerang itu?
Secara geografis (ceilah) Kabupaten Tangerang terletak berbatasan langsung –sebelah barat dengan Kota Tangerang Selatan, sebelah selatan dengan Kabupaten Bogor. Gini deh yang mudahnya, itu tuh, tempat Bang Rano Karno pertama jadi wakil Bupati, sebelom sekarang jadi wakil Gubernur Banten, ngerti? Bagussss…

Oke setelah informasi tadi, sekarang gue mau menceritakan bagaimana keluh kesah gue meniti karir di SD ini.. bagaimana keseharian gue bekerja di SD ini..

Sudah jelas kalo pekerjaan yang ada di Sekolah itu pasti berurusan dengan yang namanya mengajar, mendidik, membuat administrasi, membimbing siswa dan lain-lain gitu.. nah, itulah yang gue kerjakan sehari-hari di sini.

Setiap jam 7 pagi, gue udah nongkrong di halaman sekolah, bersama guru lain membimbing para siswa untuk mengamalkan ‘kebersihan sebagian dari iman’, yang adalah program pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan kondusif.. ya kalo bahasa kitanya sih, nyapu bersama.. pagi-pagi, semua unsur yang ada di sekolah, tanpa terkecuali, ikut bersih-bersih. Bahkan,

Minggu, 05 Agustus 2012

Planning yang Harus diteruskan


Selain sebagai seorang Mahasiswa dan guru honorer, pekerjaan gue yang lainnya adalah seorang penjual pulsa. Gue telah merintis usaha penjualan pulsa ini sejak lulus SMA, jauh sebelum menjadi guru honorer.. menjadi penjual pulsa adalah karir gue buat eksis dibidang wirausaha.. terus, kenapa Fitri Al Tigris memilih berjualan pulsa? Memilih menjadi wirausaha sebelum terjun menjadi guru honorer? Kenapa itu bisa terjadi? Kenapa? Kenapa?

Iya, ini gue mau ceritain..

Selepas SMA gue bingung mau kemana dan mau jadi apa? Gue, Muis dan Ecy (sahabat gue) pernah bikin semacam ‘Plan’ gitu buat nanti lulus. Plan A, Plan B, Plan C, semacam seperti itulah.. kami sering berbincang-bincang tentang hal ini. kadang kami bisa tertawa lepas kalo bercerita tentang masa depan kami nanti, tentang mimpi-mimpi kami..

Seinget gue ini adalah Plan A, B, C gue semasa SMA (sebenarnya ini rahasia gue, tapi gue kasih tau aja buat kawan yang ingin tahu tapi tetep ya harus dirahasiain) :

Plan A :
Selepas lulus SMA, gue akan Kuliah Jurusan Ilmu administrasi negara. Karena masa SMA gue habiskan buat berorganisasi di OSIS, berpolitik di OSIS, yang tentunya ingin gue teruskan lebih jauh untuk nantinya mengurusi negara. Lumayan nyambung kan? Lah sambung-sambungin aja dah, gak usah rewel. Karena gue berkeinginan untuk kerja dari balik Istana Negara. Gue kepengen ngeliat Indonesia dari balik Istana Presiden. Gue ingin menjadi bagian dari pegambilan keputusan dan kebijakan di Republik ini.. keren kan Plan gue?? hehehe..

Plan B :
Plan B ini Plan yang bebas lepas. Mengikuti pengalaman SMA, meneruskan hobi. Menuruti apa kata hati dan kesempatan yang ada. Atau menciptakan kesempatan itu.
Selepas lulus SMA, gue akan kursus musik, kursus komputer, kursus setir mobil, kursus modeling, kursus apa aja deh yang penting bisa menambah kemampuan gue.. pokoknya di Plan B ini gue mau bebas. waktu itu gue berkeinginan buat bikin band yang lebih baik dan lebih serius. Gue pikir gue udah males buat kuliah di Plan B ini.. gue pengen berkarya di bidang musik. Meneruskan karir gue semasa menjadi Drumer di SMA. Gue pengen punya karya yang bisa bikin gue keliling Indonesia, menginjakkan kaki gue ke tempat-tempat yang belom pernah gue datangi. Bertemu banyak orang, mengenal kebiasaan, kebudayaan dan adat istiadat mereka.. yah gue pengen seperti itu.. hidup ini akan lebih indah rasanya.

Rabu, 25 Juli 2012

Renungan dipagi hari..


Belum tentu dia itu hina hanya karena gajinya kecil, belum tentu. Barangkali dia dengan pekerjaannya yang sederhana lebih dimuliakan Tuhan, karena kesederhanaannya. Karena, hina dihadapan manusia belum tentu hina dihadapan Tuhan. Mulia dihadapan manusia belum tentu mulia dihadapan Tuhan.

Jangan langsung memvonis seseorang, lihat dululah diri kita. seorang tukang cukur, mungkin lebih indah hidupnya, lebih bersahaja, bisa melayani banyak orang dengan hati yang ikhlas. Tapi seorang pejabat eselon II, masih saja kurang ikhlas menerima gajinya yang sudah begitu mencukupi tapi tetap saja mengeluh meminta tunjangan yang lebih.

Kamis, 14 Juni 2012

Tentang Pemimpin Sekitar Tempat Kerja


Karena sekarang tanggal 14, itu artinya angka jadian gue sama si pacar. So, aywilsay..... selamat tanggal patbelas my pacar. Gak kerasa udah lama ya, kita.

Makasih juga buat teman-teman band Padi, mas Piyu yang udah ciptain lagu keren buat kita. juga makasih buat para tukang nasi goreng yang tempatnya pernah kita jadiin tempat pacaran....



hmmm. Udah lama ga posting.
Maaf ya Blog, sibuk banget soalnya.



Tadi sore aja gue baru balik dari pelatihan (rapat) gitu. Udah kesekian kalinya, sering gue ngumpul (rapat) sama Kepala Dinas, Kepala Sekolah, Kepala Suku atau sejenisnya.

Koq gue ngikut-ngikut??
Gue gitchu lohh..

Iya loh, gue selalu diajak-ajak sama Manager (Kepala Sekolah) gue buat ngikut rapat ato pelatihan-pelatihan gitu. Karena eh karena, di tempat kerja cuma gue yang masih bujangan, energik, muda, bergairah dan penuh potensi. Yang lainnya? Udah pada punya anak, cucu bahkan mau pensiun. Orang tuh kalo makin berusia makin males ya kayaknya!

Sering gue bengong sendiri kalo kumpul-kumpul kaya gitu. Gue mikir ‘gile, satu ruangan ini abah-abah semua, lha gue, anak yang baru kemaren ultah ke-19 tahun’..

Tapi, gue selalu menikmati kalo berkumpul sama para Kepala ini. Maksud kepala di sini, seperti yang udah gue bilang ‘kepala dinas, kepala sekolah, kepala PGRI dll..’

Gue menikmati pembicaraan mereka walopun Cuma sebagai

Rabu, 06 Juni 2012

Terima Kasihku Guruku


Hallow everybody..

Minggu-minggu ini banyak kerjaan. gak begitu berat sih kerjaannya, tapi lumayan bikin pusing aja. Kadang bikin gak mood gitu. Laporan BOS, Program Semesteran, persiapan kelulusan anak kelas 6, mengolah nilai, persiapan PPDB (penerimaan peserta didik baru), persiapan penulisan Ijazah (iya, emank, gue nulisin Ijazah, gak tau tuh gimana jadinya), persiapan daftarin anak ke SLTP.

And the last...persiapan LIBURAAAN....

Oya, di tempat gue kerja alias SD Negeri Kadeper ada seorang guru PNS laki-laki yang mau pensiun nih. Kemarin-kemarin aja gue ikut ngurusin bantu bikin berkas-berkasnya gitu. Beliau guru kelas 1. Bayangin udah lebih dari 30 tahun jadi guru...30 TAHUN. Dan sekarang usianya udah mau 60. So, saatnya dia pensiun.

Yang jadi kepikiran, hebat banget ya beliau bisa sabar selama 30 tahun lebih, cuma buat menjadi guru. Sepanjang hidupnya beliau habiskan buat mendidik anak-anak SD,

Jumat, 13 April 2012

UJIAN NASIONAL = JATUH CINTA


Ujian Nasional menjadi semacam momok ketakutan bagi para siswa/i, terutama remaja SMA. Mereka selalu menganggap Ujian Nasional sebagai hal yang menakutkan. Tetapi, bagi yang telah menyadari, ternyata Ujian Nasional itu sama seperti halnya sedang jatuh cinta. Butuh persiapan, proses, tahap dan diakhiri dengan dua kemungkinan, lulus dan tidak lulus.

Kalian tentu pernah menghadapi UN, dan menanti-nanti kelulusan. Jika dihubungkan dengan jatuh cinta, bukankah seperti ini jadinya :

1.      Persiapan Ujian
Jauh sebelum semarak Ujian Nasional dimulai, kita telah diwanti-wanti untuk segera bersiap menghadapinya. Begitu pun jatuh cinta, haruslah dengan persiapan, bersiap menghadapi segala kemungkinan. Juga bersiap dengan orang yang kita taksir.

2.      Bimbel
Setelah itu, pastinya kita akan diberi kegiatan bimbingan belajar. Dalam hal jatuh cinta, bimbel adalah pendekatan. Dengan pendekatan kita akan dibimbing untuk lebih mantap menghadapi orang yang kita taksir tadi untuk kemudian dijadikan orang yang kita cintai.

3.      Try Out
Kadang, untuk mengetahui sejauh mana kemampuan kita, haruslah di uji coba terlebih dahulu. Seperti halnya Try Out, jatuh cinta pun akan dicoba terlebih dahulu. Tentunya, pasangan kita ingin mengetahui sejauh mana kemampuan kita untuk mendapatkan cintanya. Kadang bisa sekali, duakali, mencoba untuk mengetahui semua itu.

4.      Ujian Praktek
Memang tidak mudah merebut hati pasangan kita. Karena, ia ingin tahu bukti dari cinta kita. Ujian praktek menjadi tolak ukur kemampuan nyata kita. Apa kita bisa melakukan hal-hal yang diminta pasangan kita. Tentunya ia akan menilai.

5.      Ujian Sekolah
Sampai pada tahap ini, setengah perjuangan telah kalian lakukan. Disini, seperti halnya ujian sekolah, kita benar-benar diuji, dari A sampai Z. Pasangan pasti ingin lebih tahu keseriusan dan kemampuan kita lebih jauh.

6.      Ujian Nasional
Ini adalah puncaknya. Ujian Nasional menjadi ujian penentu kelulusan. Sebelumnya, kita telah merasa takut dengan ujian nasional, tetapi kini, kita telah menghadapinya. Jatuh cinta, diawali dengan pendekatan, disambung dengan segala ujian, tentunya akan ada ujian yang paling puncak. Si dia yang kita taksir, tentu akan mengakhiri penilaiannya pada satu tahap terakhir, sebelum memutuskan cintanya diterima atau ditolak, lulus atau tidak lulus.

7.      Pengumuman Kelulusan
Setelah melalui serangkaian ujian, inilah yang paling menentukan, pengumuman kelulusan. Pasangan yang kita taksir –setelah kita menyatakan cinta dan kesungguhan kita- tentu akan memberi jawaban atas cinta kita. lulus atau tidak, diterima atau ditolak. Jika diterima, bahagialah kita bisa mendapatkan cinta yang kita inginkan. Jikalau ditolak atau tidak lulus, pastilah ada ujian susulan mendatang. Bersabarlah.

8.      Acara Perpisahan
Acara perpisahan biasanya ditandai dengan kesedihan, air mata perpisahan. Tapi dalam hal ini, setelah kita mendapatkan pasangan yang kita inginkan, perpisahan itu adalah perpisahan dengan kesendirian sewaktu kita menjomblo. Sama mengharukannya, karena kita bisa mendapatkan pasangan kita setelah berlelah-lelah menghadapai penilaiannya. Ah..indahnya.

Nah, kawan lihatlah, serangkaian kegiatan sekolah kalian untuk Ujian Nasional tak jauh beda sewaktu kalian pendekatan dengan pasangan kalian. Hal yang biasa itu semua, jika kita ingin mendapatkan kebahagiaan dan tersenyum manis. So, janganlah takut dengan sebuah ujian. Hadapai saja, itu biasa.

Kamis, 29 Maret 2012

Baru Bikin Blog

Tadi pagi, saya niatnya mau kuliah, soalnya ada praktek gitu. Teman-teman udah janjian. Nah, sebelum berangkat, saya on-line dulu. Nggak tahu mao ngapain. Sambil OL, saya sarapan, nasi uduk plus susu. Enaknya.

Seminggu yang lalu saya kepikiran buat bikin Blog, tapi saya kagak ngarti sama sekali, maklum gaptek. Tapi, dengan ikhlas saya mulai belajar, mencari informasi. Pagi ini, secerah matahari, juga secerah apa yang saya lakukan.

Sambil makan, saya mulai mencari tahu cara bikin blog. Emang, kalo ada niat pasti ada jalan. Dan akhirnya, saya bisa bikin blog juga. (Gile, kemana aja lu selama ini). Ternyata tidak terlalu susah kalo mau dipelajari.

Karena saya fokus bikin blog ini, kuliah jadi lupa, deh.

Saya, memang kurang begitu canggih didunia per-internet-an, tapi sedikit-sedikit saya juga ingin belajar. Toh, masih banyak dibelakang saya yang lebih tidak tahu.

Perlu diketahui -tapi nggak penting juga kok- saat ini, saya dibayar hanya karena saya bisa Ms. Word, Ms. Excel dan Ms. Power Point. Satu lagi, sama bisa nyuntik tinta ke catrid. Cuma baru bisa segitu, saya bisa jajan tiap hari. Berarti, ilmu saya, sedikit tapi bermanfaat. Hehe-

Saya berfikir, jika saja saya bisa lebih dari itu, maka saya akan bisa dibayar lebih juga. Alasan dibayarnya, karena dari 10 orang, ditempat kerja, cuma saya yang bisa itu.

Kesimpulannya, hari ini saya sudah bikin blog, tapi masih belum tahu cara-cara memakainya. Bantu-bantu yah....

Tampang, baru bikin blog :
THANKS FOR COMING
SELAMAT BERMIMPI
Fitri Al Tigris. Diberdayakan oleh Blogger.